Tampilkan postingan dengan label Iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iseng. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Desember 2009
Pelajaran dari Paman
Sore itu, paman saya yang baru pulang mburuh di perusahaan pengumpul duit negara misuh-misuh gak karuan. Semua penghuni kebun binatang Ragunan kayaknya diabsen satu-satu, kambing cuma numpang lewat macam model catwalk saja dibilang "dasar wedhus...!!!" kok, tapi ya karena kambing betawi jadi gak ngerasa kalau namanya tu wedhus.
Setelah tak rayu-rayu dan tak belai-belai, lho....!!!, akhirnya si paman buka mulut juga....
#:"begini lho le, kakak kelasmu yang baru lulus itu dan ikut mburuh di tempat paman, banyak yang gak punya tata krama sama yang namanya orang tua"
*:"kakak kelas sopo to paman?"
#: "yo bocah sing sekolah di sekolahanmu sekarang itu, masak gak punya unggah-ungguh sama sekali, petentang petenteng koyo raja"
*:"lha emangnya mereka ngapain?"
#:"kowe ngerti to, kalau lulusan sekolahmu itu bakalan dadi babu, ngurusi masyarakat, harusnya kan mereka itu gampang senyum, ramah, punya unggah ungguh, harus kayak mbak-mbak teller bank sing ayu-ayu itu lho (wow, paman doyan daun muda juga ya..... *dikemplang*). Sama yang lebih senior aja ndak bisa menghargai gimana mau jadi pelayan"
*:"lha di sekolah ndak diajari senyam-senyum kok paman!?" (membela almamater....)
#:"lha itu salahnya sekolahmu, cuma mendidik orang jadi pinter doang tapi koyo robot, ga bisa senyum, suka ngeremehin orang lain, gak punya profesionalisme. Kalau gitu terus mana mau masyarakat setor duit. Mending punya anak buah goblok tapi punya tata krama daripada pinter tapi ndak tau bagaimana bersikap."
*:"gimana mau profesional to paman, pas kuliah aja pegawai-pegawai di sekolah juga ndak profesional kok, jadi aku ngelihatnya kalau kayak gitu itu biasa dan wajar terjadi di perusahaan pengumpul duit negara." (ngeles, nyalahin orang lain....hehehehe)
#:"ndak profesional gimana?!"
*:"ya suka ngeremehin mahasiswa, mungkin mentang-mentang kita ndak bayar ya paman. Dosen suka gak masuk tiba-tiba, padahal kita sudah di kampus, gak ontime. Banyak lagi lah paman contohnya"
#:"emang ndak ada yang protes?"
*:"pengennya sih protes paman, tapi ya mau gimana lagi, kita ndak punya bargaining power, lha wong udah bisa sekolah gratis aja udah untung kok. Nanti malah dikira dikasih ati minta ampela."
#:"kok gitu, kalau di tempat kuliah paman di kota pelajar sana, gak kayak gitu, walaupun baju bebas tapi tetap rapi biar kayak profesional katanya, malah ada dosen kalau ndak masuk pas mahasiswa udah di kelas, beliau bakal traktir sekelas, orang hp dosennya bunyi aja bisa dapet donat gratis kok"
*:"enak banget kalau gitu, mahasiswa jadi dihargai dan diajari untuk menghargai orang lain."
#:"ya begitulah seharusnya, mereka belajar ndak hanya dikelas, tetapi selama di kampus mereka belajar, situasi ini ndak hanya antara dosen dan mahasiswa tetapi untuk semua elemen kampus, baik dari pegawai, dosen atau OB sekalipun"
*:"jadi masalah moral to yang bikin paman muntab gak jelas, lha trus aku harus gimana paman biar ndak kayak robot"
#:"kowe kan sudah ngerti mana yang salah dari sistem sekolahmu itu, ya kowe jangan tiru-tiru ikutan yang ndak bener. Biar bisa bersaing dan ndak malu-maluin kalau kerja bareng sama lulusan sekolah lain"
*:"linkungannya beda kok disamain" (ngegrundel dalam hati....!?!)
Setelah sore itu, saya jadi berpikir bahwa lingkungan akan memberikan kontribusi terhadap pembentukan karakter seseorang. Semoga saja orang-orang yang sok idealis itu segera menggantikan kedudukan mereka yang salah, asalkan orang-orang itu ndak malah ikut-ikutan jadi makin ndak bener.
Sabtu, 25 Juli 2009
Seandainya Saya [masih] Disana
Lama juga gak ngeblog, bahan sebenarnya banyak, apa lagi kemarin sempet pula liburan singkat di Jogja, tetapi untuk mengolah menjadi sebuah tulisan siap saji (macam opor ayam aja) rasanya muales buangeeettt... (lebay mode: on). Selain penyakit males yang sangad, sebenernya saya tetep nulis tapi lebih kepada microbloging alias update 'twitter' doang, niat awalnya sih twitter sebagai platform, ide cerita, dari postingan di sini tapi ya itu 'lazy crazy boy' lagi kunjungan kenegaraan,,,,hahahaha.
Hari ini tepat dua minggu saya kembali ke Jakarta setelah liburan selama seminggu, dikit lebihnya, di Jogja. Seminggu merupakan waktu yang lumayan untuk sekadar 'bernostalgila' mengingat sering juga saya pulang. Tapi dua minggu terasa lama sekali saat menghabiskan waktu di Jakarta, rasanya pengen pulang terus.
Kalau boleh berandai-andai nih, pengen deh punya pemutar waktu kayak yang dipake Hermione di cerita Harry Potter. Jadi bisa menjalani dua kehidupan diwaktu yang sama. Misalnya ny kayak kemaren pas mama telpon, "mas, adek menang debat Inggris [lagi] lho..!! trus ny mama papa lagi ditraktir, kamu beli makan yang enak sana tar duitnya diganti adek". what...!!! Kalau niat makan enak mah tiap hari juga bisa, kan beda rasanya makan sendiri trus duitnya diganti sama makan bareng-bareng trus dibayari walaupun judul besarnya ditraktir tapi 'fell'nya tetep beda.
Ada juga tuh, temen-temen SMA pada mau reunian besok tanggal 8 Aug. Nyesel juga sih gak bisa ikut padahal saya juga ikut urun rembug masalah kumpul-kumpul itu. Alasan saya gak bisa dateng coz tu kan deket-deket ujian, dan kebiasaan dosen kayaknya belum berubah, banyak kosong diawal, stripping menjelang ujian. Minggu depan aja udah mulai menunggu kuliah pengganti dan tugas-tugas yang tiba-tiba menggantung kayak belatung,,,:: Mana bisa saya pergi meskipun cuma sebentar. Kayak begini ny akibatnya kalau kuliah jadwalnya paling nyleneh, yang laen libur yang sini kabur,,,hahahaha.
Belom lagi, saya ngiri deh ama temen-temen kampus saya dulu yang saat ini lagi sibuk-sibuknya ngurusin ospek alias SIMFONI, susana kepanitiaanya tu bikin enjoy, meskipun harus rapat berjam-jam, muter-muter kesana-sini lah, tapi seneng, seru plus asik aja gitu. Di kampus saya sekarang pun sebenarnya juga lagi pada ribet daftar panitia buat ngurusin ospek tapi saya males jadi panitianya, lha wong jadi peserta aja saya gak excited banget kok, menurut saya terlalu gimana gitu.
Tapi sayangnya itu cuma andai-andai saya. Saya cuma muggle biasa, bahkan tongkat sihir saja saya tidak punya, apalagi kenal sama Prof. Dumbledore buat pinjem pemutar waktu, itu hanya mimpi belaka. Akhirnya saya hanya bisa memilih, karena hidup itu adalah pilihan dan hidup terlalu singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah oleh karena itu saya memilih di sini sekarang, semoga ini merupakan pilihan yang terbaik buat saya. Sekian (macam pelem taon gak enak .:).
*untuk mengusir gundah gulana hati saya, menu diet malam ini adalah 'gultik' Bulungan. Selamat malam minggu semua.
'gultik' gosipnya gulai tikus tapi itu kagak bener, yang bener gulai tikungan,,,, hahahaha
Senin, 06 Juli 2009
Orang Jawa yang Selalu 'Untung'
Kemarin terjadi kecelakaan antara kereta api Prameks (Prambanan Ekspres) dengan sebuah mini bus di daerah Ceper, Klaten. Kecelakaan itu setidaknya menewaskan 16 warga Sragen, penumpang mini bus yang sedianya akan mengantar salah satu warganya menikah. Diantara para korban ada sebuah keluarga yang hanya tersisa dua orang sementara tiga lainnya tewas. Ketika ada media yang mewawancara, keluarga yang ditinggalkan berkata "masih untung mas, saya dan salah satu anak saya bisa selamat".
Kalau dilihat dari ilmu matematika ataupun akuntansi, sebenarnya bapak itu rugi. Mau untung dari mana orang tadinya keluarganya lima sekarang cuma tinggal dua kok dibilang untung, untung dari Hongkong. Kalau dilihat dari ilmu psikologi (bener ga ya, cmiiw), bapak tersebut sebenarnya hanya berpikiran positif. Beliau bersyukur karena dua lebih baik daripada tidak ada meskipun tidak lebih baik dibanding lima.
Sependek pengetahuan saya, orang Indonesia, Jawa khususnya, entah cuma karena latah atau memang tulus dari hati, selalu mengucap kata 'untung' dihampir setiap kejadian buruk yang dialami. Misalnya orang yang jatuh dari motor seringkali ngomong "untung cuma motornya yang lecet" kalaupun tangannya patah, "untung kakinya ga kenapa-kenapa". Pokoknya berapapun besarnya kerugian tetapi tetap untung. Mungkin hal ini pula yang menyebabkan orang jawa banyak yang namanya "untung" atau " bejo".
Kata dosen saya dulu, orang jawa itu 'hobinya' nrimo. Sifat ini nular juga ke mahasiswa yang kuliah di jawa, Jogja khususnya, sehingga biasanya kalau sudah lulus, ketika sedang wawancara mencari kerja dan ditawari mau gaji berapa, seringkali mereka 'plongah plongoh' bingung. Kalau dilihat sih memang kelihatan sangat santun, tapi sisi lainnya jadi gak punya bargaining power gitu alias kelihatan kurang pede. Mungkin ini efek dari 'nrimo' tadi, fifty percent from five is better than a hundred percent from zero, gitu lah mungkin kira-kira istilahnya.
Susah sebenarnya untuk selalu berpikiran positif. Menyadari bahwa dibalik setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Memang baik kalau kita selalu melihat keatas sebagai motivasi dalam menjalani hidup, tetapi sesekali kita juga perlu untuk melihat ke bawah agar kita bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan. Memang 'nrimo' itu baik tetapi kalau bisa diusahakan lebih baik kenapa tidak. Ya to?
Senin, 29 Juni 2009
Kuliah Ngirit Hasil Selangit
Buat yang masih bingung kuliah dimana, buat yang pengen kuliah tapi duit pas-pasan, buat yang bosen kuliah di tempat yang sekarang. Sekolah kedinasan macam IPDN, STPN, STTD dan kawan-kawan bisa menjadi alternatif pilihan. Tetapi khusus buat siapa aja yang pengen dapet tambahan belajar ternak kambing (just other side:.), hanya ada di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara alias STAN (gak pake E, tar bikin takut anak2,hehehe). Buat masukan aja, gw punya beberapa pertimbangan tentang STAN
1. Gratis. Ini yang pertama dan yang paling utama bagi pertimbangan banyak orang. Kata para alay, hari gini siapa sih ya ng gak mau barang gratis (ngomongnya sambil mulut monyong ke mana-mana). STAN emang sampai saat ini free of charge alias gretongan. Buku pelajaran juga dipinjemin trus dikasih buku tulis juga. Jadi bisa dibilang kuliah di STAN cuma butuh dana buat hidup doang, dan itu jumlahnya gak banyak coz di sekitar STAN tarif segala sesuatu relatif murah, hampir sama lah kayak di daerah.
2. Dapet kerja. Di jaman serba susah ini dimana perekonomian dunia sedang lesu, berimbas juga pada lapangan pekerjaan yang semakin terbatas. Biasanya kalau kuliah kan orientasi kedepannya cari kerjaan, nah di STAN udah langsung dapet kerja di lingkungan Depkeu dan sekitarnya. Isu yang beredar kalau saat ini STAN udah gak ikatan dinas lagi belum terbukti, dan sampai lulusan tahun lalu masih ditempatkan. Kalian pikir aja deh, Depkeu itu paling jarang buka lowongan, paling lima tahun sekali, itupun yang daftar banyak banget dan pada rusuh (pengalaman pribadi). Setiap tahun kan pasti ada pegawai yang pensiun, nah penggantinya itu kebanyakan dari STAN, itu juga yang menyebabkan kuota penerimaan selalu berbeda-beda tiap tahunnya. Jadi kalau kalian pengen kerja di Depkeu dan sekitarnya, STAN bisa jadi alternatifnya, kan belum tentu kalau kuliah di tempat lain pas lulus, pas kebetulan pula lagi ada lowongan. Take a chance when you can.
3. Gak perlu gaya. Pernah gak masuk kampus trus bingung dikira nyasar ke mal. Kalau di kampus laen (baca:kampus gw yang lama), kan baju berkerah bebas rapi tuh, liat deh dandanan anaknya, cewek khususnya, pasti kayak mau ke mal alias modis abis. Di satu sisi sih enak dilihat, gak monoton, tapi di sisi lain boros karena harus punya beberapa potong pakaian, gak mungkin kan ke kampus pake baju itu-itu aja. Di STAN gak bakalan dah ada yang kayak gitu, semua seragam, atasan kemeja warna cerah bawahan celana/rok bahan gelap, cukup satu stel pakaian bisa dipakai seminggu, cucinya pas weekend atau kalau males bisa sebulan kagak dicuci (bukan gw banget), itu juga kalau temen-temen lo gak pada komplain sama bau apeknya. Bahkan kalau spesialisasi Bea Cukai dikasih seragam.
Itu di atas menurut gw adalah segi baik-baiknya, nah selanjutnya ini perbandingan dengan jurusan sejenis di kampus kerakyatan di Jogja sono alias pengalaman gw pribadi.
4. Gw pernah baca tulisan di internet yang intinya bahwa dosen di STAN hebat-hebat alias pendidikannya tinggi trus orang penting pula. Kalau dibandingin sama tempat gw dulu jauh lah, disana doktor semua cing, nah kalaupun baru S2 pasti dari luar negeri trus pasti lagi nungguin beasiswa doktor. Di STAN doktor cuma dikit aja bangga.
Trus kalau di sono, dosennya profesional, gak ganti-ganti jadwal seenaknya, trus kalau ditanyai materi yang "advance" gitu, jawabnya mantep, jelas dan ilmiah coz dosennya capable semua. Kalau di sini, baca dah tulisan gw sebelum-sebelumnya.
5. Kuliah di sono hasilnya (baca:penghasilannya) bisa lebih tinggi bisa lebih rendah alias rangenya lebar. Misalnya ada yang lulus jadi tukang tambal ban tapi ada juga yang jadi direktur perusahaan. Di sini hasilnya hampir sama lah alias rata2 menengah kalau di masyarakat kita, secara PNS di Depkeu dan sekitarnya gitu (amien....). Kalau kalian risk taker atau pengen buka usaha aja abis lulus, mendingan sih di UI atau UGM, tapi kalau kalian pengen jadi pegawai, mending ke STAN aja dech.
6. Fasilitas. Kalau bicara fasilitas emang di sini jauh banget, wifi baru dipasang tapi masih lemot banget. Kelas juga kadang ber-AC dingin kadang cuman jadi ACesoris, LCD terbatas pa lagi CCTV buat keamanan, cuma satu kalau gak salah. Kalau di sana, sambil kencing juga bisa konek, trus AC, LCD, komputer merupakan standar tiap kelas, setiap tempat bisa buat narsis karena banyak CCTV.
7. Kuliah di sini cuma sepuluh bulan per tahunnya, 16 pertemuan alias 16 minggu tiap semester ditambah UTS dua minggu, habis minggu ke-8, sama UAS di akhir, sisanya libur, kayak SMA gitu dah pelajaran udah ditentuin, tinggal kuliah, ujian trus libur. Kalau di sono kan ada minggu tenang sebelum UAS trus ada SP trus pake ngisi KRS pula.
8. Setiap ujian sehari cuma satu, jadi belajarnya bisa lebih konsen, gak kayak di sono ujian kadang bisa tiga sekalian kadang pake libur segala.
Tulisan ini hanya pandangan gw semata, yah berbagi pengalaman lah coz gw dulu juga bingung antara ninggalin Akuntansi UGM yang udah setahun lebih atau Akuntansi STAN yang notabene mulai lagi dari awal. Tapi melalui petunjuk-petunjuk Allah dan orang tua serta hasil pemikiran jernih tentang ekspektasi masa depan dan mengesampingkan kenyamanan jangka pendek, maka gw memilih di sini sekarang dengan segala kekurangannya serta terus berharap semoga berjalan sesuai dengan rencana,amien....:)
*NB: kalau mau daftar STAN klik www.stan.ac.id btw pra pendaftaran di undur tutupnya sampai tanggal 7 Juli coz servernya sering error.
Senin, 08 Juni 2009
Aku dan Bulan
Kata para ahli ketika purnama datang, terjadi kekuatan grafitasi antara bulan dan matahari yang sangat kuat sehingga menyebabkan di laut terjadi pasang yang tinggi. Mungkin kekuatan ini juga yang sering membuatku betah berlama-lama memandangi bulan yang sedang bercahaya sempurna.
Terlebih lagi saat beberapa special moment yang kulalaui selalu ada bulan menemani. Bulan selalu hadir saat aku sedang bersama sahabat-sahabatku, melewati malam bersama. Berbagi cerita tentang arti sebuah hidup dan persahabatan.
Aku suka bulan ketika sore sedang beranjak menjadi malam, cahayanya masih orange, warnanya menyatu dengan lampu-lampu jalan di Jogja yang rata-rata berwarna kuning, it's absolutely very beautiful. Aku betah berlama-lama duduk di balkon rumah memandangi bulan yang masih malu-malu bersembunyi di balik pohon mangga tetangga sembari menghabiskan segelas teh hangat sambil sesekali diselingi oleh deru mesin pesawat yang mengaburkan suara radio di kamarku.
Ketika tengah malam beranjak, suara kendaraan di tengah kota mulai berkurang, kehidupan malam pun baru dimulai. Aku tertarik dengan bulan dengan siluetnya mirip sekali dengan air yang beriak, menyerupai tata surya dengan bulan sebagai pusatnya dan bintang bertebaran di sepanjang orbitnya masing-masing. Cahayanya yang putih menyeruak masuk melalui kisi-kisi kaca kamarku ketika selimut yang lembut mulai membungkus tubuhku, seakan menemaniku di dalam hari yang gelap.
Bulan seakan-akan menghubungkanku dengan semua orang dekatku, dimanapun mereka melihat bulan, seperti salah petikan lagu ost. kambing jantan "lihatlah bulan yang sama agar kita terasa dekat". Bulan juga selalu mengingatkan rasa kesendirianku, membuat otakku seperti memutar kembali rekaman-rekaman yang sangat indah bersama orang-orang terdekat. I hope that someday, i can enjoy the moon with my special person. It can be you?
Minggu, 31 Mei 2009
Politik Reality Show
Belakangan ini, istilah neolib menggema di mana-mana sepopuler pangeran dangdut si Ridho Rhoma, dari mulai broker di BEI hingga tukang bakso di pasar Beringharjo semua membahasnya. Selanjutnya ada lagi pemain lama yang kembali naik daun ekonomi kerakyatan atau pro rakyat atau apalah istilahnya yang jelas menurut mereka sistem ekonomi ini bakalan sangat-sangat berpihak pada rakyat. Semua pasangan capres maupun cawapres saling serang tentang istilah-istilah gak jelas itu. Apa bedanya neolib, kerakyatan sama wedhus gembel kalau hidup kita dari dulu masih seperti ini aja....
Dari penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta belum tentu seperempatnya yang benar-benar paham apa yang di hebohkan oleh para elit politik yang setiap hari (24/7) muncul di tv menglahkan bintang sinetron. Para politisi itu harusnya ngerti dan sadar bahwa rakyatnya sebenarnya mumet melihat mereka tiap hari ngoceh ngalor ngidul saling menjatuhkan. Bahkan kebobrokan negara kita sendiri ikut diaduk-aduk, apakah etis sebagai bagian dari suatu negara mereka ikut membuka aibnya sendiri, malu sama tetangga donk, apa kata dunia? Masyarakat itu ingin lebih dari sistem, mau namanya A sampai Z yang masyarakat inginkan itu kehidupan yang lebih baik untuk saat ini dan masa depan bukannya malah nambah penderitaan lihat orang pada saling adu argumen.
Kehidupan yang baik untuk jangka panjang bukan jangka pendek selama 5 tahun habis itu sengsara lagi. Bukan hanya kita yang makmur lalu meninggalkan utang dimana-mana tapi juga anak cucu kita bisa hidup enak. Artinya berarti harus ada sebuah platform jangka panjang yang didalamnya berisi rencana-rencana jangka panjang, karena sangatlah sulit jika setiap lima tahun sekali ganti rencana. Ujung-ujungnya kalau begitu pasti programnya cuma buat pencitraan dirinya untuk bisa terpilih lagi di pemilu atau menaikkan pamor partainya alias pengumpulan modal buat kaderisasi orang-orang partainya. Jadi menurut gw daripada ribut-ribut saling menjatuhkan dan membocorkan rahasia negara yang pada akhirnya malah rakyat di rugikan dan disusahkan, ada baiknya para elit-elit politik itu duduk bersama untuk menyusun platfrom bersama. Ini bukan reality show pak!!
Selasa, 26 Mei 2009
Kuliah Stripping
Ternyata gak cuma sinetron yang lagi ngetrend kejar tayang alias stripping, akhir-akhir ini sering banget kuliah gw stripping alias seharian penuh. Bayangin aja seharian gw bisa kuliah 10 sks, kalau satu sks bobotnya 50 menit maka 10 sks berarti 500 menit berarti gw kuliah hari ini selama kurang lebih delapan jam. Jujur aja bagi gw kuliah kayak gini gak efektif banget, apa lagi kalau dosennya kurang bisa membuat suasana kelas hidup. Kenapa gw harus kuliah stripping?
Begini ceritanya, jadwal seharusnya yang gw dapet di awal semester sebenarnya sudah lumayan proposional, artinya kuliahnya gak gitu padat banget, apa lagi Jumat libur lagi jadi llloooonnnnnnnnnngggggggggggg (mulai lebay ny) weekend gitu dah. Tapi biasa di tempat kuliah gw, dosen mempunyai kekuasaan penuh buat ngeganti jadwal kuliah seenak ji*at karena mungkin menurut mereka, mereka tu orang penting yang jadwalnya padat and yang utama adalah banyak yang ngajar itu cuma sebagai side job gt dah, mahasiswa dianggap cuma punya aktivitas kuliah sehingga bisa gampanglah diubah-ubah jadwalnya. Nah hal itu membuat kuliah pada minggu-minggu pertama banyak yang kosong, trus sekarang giliran udah tinggal tiga minggu mau ujian pada beribet dah ngejar jatah minimal ngajarnya, kan jadi gak efektif.
Sebenarnya enak juga sih minggu awal-awal kosong TAPI kalau pengumuman kuliah kosongnya diumumin minimal sehari sebelum kuliah nah di kampus gw kebanyakan ngasih taunya mendadak bahkan banyak yang baru confirm pas kita dah siap di kelas nungguin dosen dateng. Hal ini tentunya merugikan mahasiswa, bayangkan misalnya dosen mengumumkan jauh-jauh hari kalau gak bisa ngajar nah kan kita bisa ngerencanain hal lain buat ngisi waktu yang kosong, nah kalau ngumuminnya pas kita dah di kelas udah rugi waktu trus ujung-ujungnya balik ke kostan trus tidur dah. Yah tapi namanya gw cuma mahasiswa yang bisanya nerima aja pa lagi sekolah gak bayar, udah gratis masih protes....!!!!! Betul, anak-anak????
*siap-siap lagi yukzz, udah mau jam setengah empat, 3 sks terakhir ny.....
Minggu, 17 Mei 2009
Memiliki Ketika Kehilangan
Beberapa minggu lalu, tepatnya hari Selasa, 5 Mei 2009, HPku hilang karena jatuh pas gw berangkat kuliah dan lucunya gw nyadar kalau hp gw hilang cuman sekitar sepuluh menit, maksudnya pas mau berangkat kuliah gw masih lihat tu hp trus perjalanan ke kampus kira-kira sepuluh menit pas nyampe parkiran udah gak ada tu hp. Tapi yang gw permasalahkan bukan hp gw yang ilang cuman gw dapet pelajaran aja dari kejadian itu.
Kira-kira seminggu setelah hp gw ilang, hari Senin tepatnya, gw ke Grapari di Gambir buat ngurus nomer gw yang ilang coz gw dah lama pake nomer itu takutnya kalau ada yang ngehubungin gw ke nomer itu karena gw paling males nyatetin nomer hpnya orang so lebih banyak orang yang tau nomer gw dibanding dengan orang yang gw punya nomer hpnya kalau hpnya sih gak begitu masalah. Selama seminggu sebelum gw dapet simcard baru dengan nomer yang sama kayaknya ada yang kurang gitu dari hidup gw meskipun gw masih punya hp yang lain.
Gw ngerasa hidup gw jadi lebih berwarna lagi, lebih bergairah, ketika gw dah dapet simcard baru, tapi setelah gw pikir-pikir sebenarnya hidup gw sama kayak seminggu yang lalu saat hp gw belum hilang malah lebih buruk karena hp gw tetap aja hilang. Apakah kita yang selalu mengeluh dengan hidup yang dirasa masih saja kurang harus merasa kehilangan dahulu untuk bisa merasakan bahwa masih banyak orang lain yang nasibnya lebih buruk dari kita?
Ada sebuah quotation yang bunyinya" kita tidak akan merasa memiliki hingga kita kehilangannya". Dalam acara Mario Teguh Golden Ways salah seorang penonton bertanya "Apakah kita harus gagal dahulu untuk merasakan yang namanya kesuksesan?". Beliau menjawab dengan memberikan perumpamaan, apabila jalan menuju surga adalah belok kanan kemudian lurus mengapa kita harus berputar-putar dahulu toh kita mempunyai tujuan sama yaitu masuk surga. Orang yang berputar-putar dahulu untuk mencapai kesuksesan, sesungguhnya mempunyai tugas yang mulia untuk mengajarkan kepada orang lain bahwa berputar-putar itu hanya buang-buang tenaga agar orang lain tidak akan mengikutinya. Disaat kita sudah tahu kalau kehilangan itu tidak enak mengapa kita tidak menjaga apapun yang kita miliki saat ini.
Kamis, 07 Mei 2009
My lived in 1.5 month
Lama banget ga ngeblog lagi, sekadar update aja about myself sebelum ngeposting hal lain. Banyak banget udah terjadi dalam hidup gw selama satu setengah bulan kebelakang. Kalo gak salah terakhir ngeblog pas sebelum liburan habis uas.
Habis uas gw langsung balik ke Jogja pagi harinya, berangkat dari kostan subuh karena ngejar kereta yang jam 6. Dengan ngos-ngosan akhirnya gw bisa sampai di stasiun pas jam 6 dan untungnya tiket juga masih ada. Akhirnya sore hari ditemani mendung yang menggantung gw sampai juga di Jogja di jempu my dad and mom. What i did in Jogja??
Minggu pertama gw full ada di Jogja tapi sialnya adik gw sibuk banget so motornya selalu dipakai jadi ya gw cuman lontang-lantung kayak belatung di rumah nonto tv sepanjang hari. Minggu kedua gw balik ke Magelang karena gw harus perpanjang SIM ama mau nyontreng. Gw butuh 2 hari buat perpanjang SIM karena biasalah pak polisinya lagi pada BT jadinya dikerjain habis-habisan. Rencana gw seminggu di Magelang ternyata gak berjalan dengan baik karena ada masalah kelistrikan di rumah Jogja. Karena menurut bokap, gw yang lebih ngerti masalah listrik rumah Jogja maka diutuslah gw ke Jogja pagi-pagi buta sehari setelah nyontreng gag jelas. Oh ya ngomong2 nyontreng pas nyontreng caleg DPD ada yang pake blangkon tu, nah gw gambarin aja mukanya pake kumis biar kayak pak Raden, hehehe....
Ternyata masalah listrik selesai 2 hari karena gw full nungguin tukang. Seminggu terakhir liburan gw bokap minta tolong ngedesainin cover buat bukunya, bayangin ngedesain 2 cover dalam waktu kurang dari seminggu, weleh,,,,weleh,,,, Lapie gw yang rusak dvdnya juga gag jadi gw benerin karena mahal, 1,5 jt bwat dvd doang mending kagak deh, tapi ram dah gw tambah jadi 2,5GB lumayan lah. HP gw jg lum bener ny karena gw males ke counter denger-denger paling cepet 3 mingguan kalo di Nokia nah gw dah masuk dounk. Seperti biasa tempat yang wajib gw kunjungi kl balik adalah Mirota Batik, selain gw suka suasananya yang Jogja banget, juga banyak barang-barang kuno, unik aneh, khas, pokoknya gw enjoy dah kalau kesini.
Pa lagi ya??? Oh ya, gw masih diberi kesempatan bwat nerusin kuliah lagi karena ip semester gw kali ini lumayan lah ada surplusnya agak banyakan dari passing grade, tapi temen gw yang dulu gw ceritain gw pernah dimarahin ma bapak kosnya yang notabene juga dosen, dy ke DO yah sedikit kurang beruntunglah.
Akhirnya, Jakarta lagi dah,,,!!! Minggu kemaren gw ke Mangga Dua beli cooler ma TV abis bt banget kl di kostan, dvd masih rusak rencananya mau beli external aj tapi mau nabung dulu maklum duit dah abis buat liburan. HP gw yang simpati kemaren juga ilang, kelihatannya jatuh pas otw ke kampus rencana besok pagi mau ke Grapari minta nomer yang sama abis sayang dah banyak yang nyimpen nomer gw, moga bisa yak,,,,
Habis uas gw langsung balik ke Jogja pagi harinya, berangkat dari kostan subuh karena ngejar kereta yang jam 6. Dengan ngos-ngosan akhirnya gw bisa sampai di stasiun pas jam 6 dan untungnya tiket juga masih ada. Akhirnya sore hari ditemani mendung yang menggantung gw sampai juga di Jogja di jempu my dad and mom. What i did in Jogja??
Minggu pertama gw full ada di Jogja tapi sialnya adik gw sibuk banget so motornya selalu dipakai jadi ya gw cuman lontang-lantung kayak belatung di rumah nonto tv sepanjang hari. Minggu kedua gw balik ke Magelang karena gw harus perpanjang SIM ama mau nyontreng. Gw butuh 2 hari buat perpanjang SIM karena biasalah pak polisinya lagi pada BT jadinya dikerjain habis-habisan. Rencana gw seminggu di Magelang ternyata gak berjalan dengan baik karena ada masalah kelistrikan di rumah Jogja. Karena menurut bokap, gw yang lebih ngerti masalah listrik rumah Jogja maka diutuslah gw ke Jogja pagi-pagi buta sehari setelah nyontreng gag jelas. Oh ya ngomong2 nyontreng pas nyontreng caleg DPD ada yang pake blangkon tu, nah gw gambarin aja mukanya pake kumis biar kayak pak Raden, hehehe....
Ternyata masalah listrik selesai 2 hari karena gw full nungguin tukang. Seminggu terakhir liburan gw bokap minta tolong ngedesainin cover buat bukunya, bayangin ngedesain 2 cover dalam waktu kurang dari seminggu, weleh,,,,weleh,,,, Lapie gw yang rusak dvdnya juga gag jadi gw benerin karena mahal, 1,5 jt bwat dvd doang mending kagak deh, tapi ram dah gw tambah jadi 2,5GB lumayan lah. HP gw jg lum bener ny karena gw males ke counter denger-denger paling cepet 3 mingguan kalo di Nokia nah gw dah masuk dounk. Seperti biasa tempat yang wajib gw kunjungi kl balik adalah Mirota Batik, selain gw suka suasananya yang Jogja banget, juga banyak barang-barang kuno, unik aneh, khas, pokoknya gw enjoy dah kalau kesini.
Pa lagi ya??? Oh ya, gw masih diberi kesempatan bwat nerusin kuliah lagi karena ip semester gw kali ini lumayan lah ada surplusnya agak banyakan dari passing grade, tapi temen gw yang dulu gw ceritain gw pernah dimarahin ma bapak kosnya yang notabene juga dosen, dy ke DO yah sedikit kurang beruntunglah.
Akhirnya, Jakarta lagi dah,,,!!! Minggu kemaren gw ke Mangga Dua beli cooler ma TV abis bt banget kl di kostan, dvd masih rusak rencananya mau beli external aj tapi mau nabung dulu maklum duit dah abis buat liburan. HP gw yang simpati kemaren juga ilang, kelihatannya jatuh pas otw ke kampus rencana besok pagi mau ke Grapari minta nomer yang sama abis sayang dah banyak yang nyimpen nomer gw, moga bisa yak,,,,
Sabtu, 21 Maret 2009
[bukan] Review Kambing Jantan
Kamis malem yang lalu, gw nonton Kambing Jantan(KJ) yang katanya lucu itu di BP. Postingan ini sesuai judulnya bukan mau ngereview detail filmnya coz pastinya dah banyak tu yang ngereview, gw cuma mau ngeliat dari sisi lainnya aja, dari pelajaran apa yang gw dapet setelah gw nonton KJ.
Pelajaran yang pertama yang gw dapet diawal film adalah bahwa setiap orang besar pasti punya catatan khusus atau tulisan-tulisan. Nah, kata-kata yang diucapin ama si kambing itu ngingetin gw ama omongan bokap gw suatu senja yang indah ditemani secangkir teh manis hangat (halah, lebay:..) intinya kalau mau cepet terkenal menulislah karena salah satu cara untuk terkenal adalah dengan menulis, menulis secara tidak langsung berarti mentransfer pikiran, ide dan pendapat kita untuk bisa dibaca atau dishare ke orang laen. Semakin banyak kita menulis dalam suatu bidang tertentu, semakin paham dan kritis kita pada perubahan yang terjadi di bidang itu.
Banyak kan tu orang yang terkenal gara-gara tulisannya, perubahan yang terjadi karena kritik di media. Kayak ny si kambing yang jadi terkenal karena nulis sesuatu yang banyak dianggap orang gak penting, nonsense lah.... Ada juga si Gie yang banyak mengkritik pemerintahan orde lama. Bisa dikatakan bahwa penulis bisa menjadi sutradara yang mempengaruhi jalan pikiran seseorang. Makanya let's start to write..
Selanjutnya yang gw petik dari KJ adalah bahwa kita tidak bisa hidup dalam bayang-bayang orang lain atau sekadar menjadi boneka yang bisa digerakkan seenaknya. Di film diceritakan bahwa si Dika kuliah finance di Ausie karena di suruh nyokapnya, nah padahal sebenarnya si Dika gag pengen tu kuliah di sana, so dy ogah2an kuliahnya.
Hidup ini terlalu singkat untuk kita lalui dengan menjadi orang lain, tetapi terkadang memang kita, gw khususnya, gag ngerti apa yang kita inginkan kayak si dika pas lagi lulus SMA. Mungkin butuh proses kali ya buat nemuin apa yang dinamakan Nugie sebagai lentera jiwa. I hope so...!!!
Ilmu yang terakhir ny yang gw rasa paling penting, banyak hal kecil di dunia ini yang bisa kita ketawain. Make it simple but not simpler. Kita memang kadang memandang hidup ini dengan berpikir terlalu rumit sehingga kita selalu merasa bahwa hidup ini serba susah.
Contohnya ada dua astronot yang mempunyai masalah yang sama yaitu tinta pulpen mereka tidak bisa dipakai di luar angkasa karena tidak ada gaya gravitasi. Astronot pertama melakukan penelitian yang menghabiskan dana jutaan dollar untuk membuat pulpen yang tetap bisa digunakan di luar angkasa, dan taukah apa yang dilakukan astronot yang lain, dia menggunakan pensil, yah berpikir sederhana.
Berhubung bahwa menemukan lentera jiwa itu butuh proses maka dari pelajaran terakhir gw ambil tautan, nikmati sajalah apa yang ada sekarang, berjalanlah pelan, karena sesungguhnya banyak hal indah terlewat begitu saja karena langkah begitu cepat. Kata Dika di film "banyak hal-hal kecil yang bisa membuat kita tertawa". Do that you love, love what you do...!!!
Kesimpulannya meskipun menurut gw lucuan bukunya ketimbang filmnya, karena memang kata kambing berbeda, tapi film KJ memberikan pelajaran yang lebih, setidaknya menurut gw. BTW kok kemaren sepi banget ya yang nonton??!!
Pelajaran yang pertama yang gw dapet diawal film adalah bahwa setiap orang besar pasti punya catatan khusus atau tulisan-tulisan. Nah, kata-kata yang diucapin ama si kambing itu ngingetin gw ama omongan bokap gw suatu senja yang indah ditemani secangkir teh manis hangat (halah, lebay:..) intinya kalau mau cepet terkenal menulislah karena salah satu cara untuk terkenal adalah dengan menulis, menulis secara tidak langsung berarti mentransfer pikiran, ide dan pendapat kita untuk bisa dibaca atau dishare ke orang laen. Semakin banyak kita menulis dalam suatu bidang tertentu, semakin paham dan kritis kita pada perubahan yang terjadi di bidang itu.
Banyak kan tu orang yang terkenal gara-gara tulisannya, perubahan yang terjadi karena kritik di media. Kayak ny si kambing yang jadi terkenal karena nulis sesuatu yang banyak dianggap orang gak penting, nonsense lah.... Ada juga si Gie yang banyak mengkritik pemerintahan orde lama. Bisa dikatakan bahwa penulis bisa menjadi sutradara yang mempengaruhi jalan pikiran seseorang. Makanya let's start to write..
Selanjutnya yang gw petik dari KJ adalah bahwa kita tidak bisa hidup dalam bayang-bayang orang lain atau sekadar menjadi boneka yang bisa digerakkan seenaknya. Di film diceritakan bahwa si Dika kuliah finance di Ausie karena di suruh nyokapnya, nah padahal sebenarnya si Dika gag pengen tu kuliah di sana, so dy ogah2an kuliahnya.
Hidup ini terlalu singkat untuk kita lalui dengan menjadi orang lain, tetapi terkadang memang kita, gw khususnya, gag ngerti apa yang kita inginkan kayak si dika pas lagi lulus SMA. Mungkin butuh proses kali ya buat nemuin apa yang dinamakan Nugie sebagai lentera jiwa. I hope so...!!!
Ilmu yang terakhir ny yang gw rasa paling penting, banyak hal kecil di dunia ini yang bisa kita ketawain. Make it simple but not simpler. Kita memang kadang memandang hidup ini dengan berpikir terlalu rumit sehingga kita selalu merasa bahwa hidup ini serba susah.
Contohnya ada dua astronot yang mempunyai masalah yang sama yaitu tinta pulpen mereka tidak bisa dipakai di luar angkasa karena tidak ada gaya gravitasi. Astronot pertama melakukan penelitian yang menghabiskan dana jutaan dollar untuk membuat pulpen yang tetap bisa digunakan di luar angkasa, dan taukah apa yang dilakukan astronot yang lain, dia menggunakan pensil, yah berpikir sederhana.
Berhubung bahwa menemukan lentera jiwa itu butuh proses maka dari pelajaran terakhir gw ambil tautan, nikmati sajalah apa yang ada sekarang, berjalanlah pelan, karena sesungguhnya banyak hal indah terlewat begitu saja karena langkah begitu cepat. Kata Dika di film "banyak hal-hal kecil yang bisa membuat kita tertawa". Do that you love, love what you do...!!!
Kesimpulannya meskipun menurut gw lucuan bukunya ketimbang filmnya, karena memang kata kambing berbeda, tapi film KJ memberikan pelajaran yang lebih, setidaknya menurut gw. BTW kok kemaren sepi banget ya yang nonton??!!
Minggu, 15 Maret 2009
Bintaro Hujan Angin dan Halilintar
Hari ini diawali dengan cuaca yang begitu cerah, matahari bersinar terang menyambut Bintaro pagi ini. Tapi tak dinyana dan tak disangka, sekitar pukul 12.00 mendung menggantung dari arah timur tetapi sinar matahari masih tetap menyengat dikulit alias panas banget.
Sekitar jam dua siang semuanya berubah, awan hitam tampaknya sudah tepat berada diatas Bintaro dan sekitarnya. dewa halilintar pun sudah mulai beraksi dengan kilat yang menyerupai blitz foto disusul dengan suara gemuruh yang sembari tadi terus saja bergelora di udara. Sang raja angin tak mau ketinggalan untuk bermain-main menggoyangkan dedaunan kesana kemari. Akhirnya awanpun tak kuasa lagi menahan untuk memuntahkan butir-butir air yang sudah terlalu berat untuk dibawanya.
Huh, tampaknya para penguasa alam tidak berpihak kepadaku yang dari tadi menunggu listrik menyala karena terlalu gelap untuk belajar tanpa lampu,,,
Ooeeeyyyy,, kamarku ada yang bocor di pinggir kasur persis,,, tiiiiddddaaaaaaaaakkkkkkkkkk!!!!!!
Sekitar jam dua siang semuanya berubah, awan hitam tampaknya sudah tepat berada diatas Bintaro dan sekitarnya. dewa halilintar pun sudah mulai beraksi dengan kilat yang menyerupai blitz foto disusul dengan suara gemuruh yang sembari tadi terus saja bergelora di udara. Sang raja angin tak mau ketinggalan untuk bermain-main menggoyangkan dedaunan kesana kemari. Akhirnya awanpun tak kuasa lagi menahan untuk memuntahkan butir-butir air yang sudah terlalu berat untuk dibawanya.
Huh, tampaknya para penguasa alam tidak berpihak kepadaku yang dari tadi menunggu listrik menyala karena terlalu gelap untuk belajar tanpa lampu,,,
Ooeeeyyyy,, kamarku ada yang bocor di pinggir kasur persis,,, tiiiiddddaaaaaaaaakkkkkkkkkk!!!!!!
Jumat, 13 Maret 2009
Ketika Kecerdasan Sebuah Anugrah
Ujian lagi, dua minggu kedepan bakal berpusing-pusing ria. Bukan hanya target mendapat nilai yang maksimal tapi persaingan yang begitu berat yang membuat kepala ini bakal meledak. Bersaing, meskipun tidak secara mutlak dikatakan seperti itu tetapi hampir seperti itulah keadaannya.
Kecerdasan merupakan darah yang mutlak mereka miliki sejak lahir, keterbatasan adalah semangat mereka dan tekanan menjadi sumber inspirasi disaat buntu. Merekalah teman-temanku, mereka yang menganut paham bahwa tidak ada tempat untuk kesalahan sekecil apapun, everything must gonna be perfect. Otak mereka tak akan pernah lelah memecahkan masalah demi masalah yang bagiku membayangkannya saja membuat jantungku melemah.
Ibarat mesin fotokopi tanpa cela dengan akurasi sangat tinggi berstandar deviasi nol yang mampu meniru buku-buku ilmiah dengan hanya sekali scan tanpa melawatkan satu huruf pun yang tertinggal. Mereka tidak mempermasalahkan bahwa ini sebenarnya bukan yang mereka inginkan, tubuh mereka sepertinya memang dicetak untuk cepat beradaptasi dengan perubahan bahkan perubahan menyangkut selera. Mereka seperti robot yang bisa diprogram sesuai keinginan majikannya.
Tapi aku bukan mereka, aku bukan robot cerdas, aku hanya manusai biasa kebetulan dianugrahi akal dan perasaan. Ada kalanya tubuh ini serasa berat menuruti kemauan otak untuk melakukan sesuatu yang telah dicangkokkan ke dalamnya. Ibarat mobil yang ditanam mesin V8 tapi berbodi kardus, sehingga keadaan tidak bisa mengimbangi kekuatan. Kadang merasa suntuk sehingga perlu merebahkan diri barang sejenak, tapi disini bukan tempatnya, bumipun tidak berhenti berputar itu yang mereka pegang. Akupun tahu dan sadar bahwa keberuntungan biasa saja tidak cukup untuk bertahan disini. Definisi keberuntungan disini harus dijabarkan menjadi sebuah momen dimana kesempatan bertemu dengan kesiapan (albert einstein).
I just try to do d best, although i'm not d best. That's all that i can do, and the result is depend on You, because i know that You are the architect of this. I believe that You always give me the best. Thanx.
Kecerdasan merupakan darah yang mutlak mereka miliki sejak lahir, keterbatasan adalah semangat mereka dan tekanan menjadi sumber inspirasi disaat buntu. Merekalah teman-temanku, mereka yang menganut paham bahwa tidak ada tempat untuk kesalahan sekecil apapun, everything must gonna be perfect. Otak mereka tak akan pernah lelah memecahkan masalah demi masalah yang bagiku membayangkannya saja membuat jantungku melemah.
Ibarat mesin fotokopi tanpa cela dengan akurasi sangat tinggi berstandar deviasi nol yang mampu meniru buku-buku ilmiah dengan hanya sekali scan tanpa melawatkan satu huruf pun yang tertinggal. Mereka tidak mempermasalahkan bahwa ini sebenarnya bukan yang mereka inginkan, tubuh mereka sepertinya memang dicetak untuk cepat beradaptasi dengan perubahan bahkan perubahan menyangkut selera. Mereka seperti robot yang bisa diprogram sesuai keinginan majikannya.
Tapi aku bukan mereka, aku bukan robot cerdas, aku hanya manusai biasa kebetulan dianugrahi akal dan perasaan. Ada kalanya tubuh ini serasa berat menuruti kemauan otak untuk melakukan sesuatu yang telah dicangkokkan ke dalamnya. Ibarat mobil yang ditanam mesin V8 tapi berbodi kardus, sehingga keadaan tidak bisa mengimbangi kekuatan. Kadang merasa suntuk sehingga perlu merebahkan diri barang sejenak, tapi disini bukan tempatnya, bumipun tidak berhenti berputar itu yang mereka pegang. Akupun tahu dan sadar bahwa keberuntungan biasa saja tidak cukup untuk bertahan disini. Definisi keberuntungan disini harus dijabarkan menjadi sebuah momen dimana kesempatan bertemu dengan kesiapan (albert einstein).
I just try to do d best, although i'm not d best. That's all that i can do, and the result is depend on You, because i know that You are the architect of this. I believe that You always give me the best. Thanx.
Rabu, 11 Maret 2009
Belajar Tidur
Udah lama ny gak ngeblog, lagi suntuk so malah jadi males ngapa-ngapain. Parahnya minggu depan ujian lagi, dari kemaren niat belajar tapi gak jadi-jadi.
Seminggu belakangan ini ak jad unproductive banget. Hobinya tidur mulu..... Padahal kemaren-kemaren kuliah banyak yang kosong trus tambah long weekend lagi, tapi justru liburan bikin tambah males. Olahraga juga ogah-ogahan padahal perut tambah buncit aj. Ny aja sebenernya lagi belajar tapi suntuk banget, malah ngeblog.
Niat besar tapi gak pernah terlaksana, dari kemaren tu rencananya cuman belajar makanya pas long weekend gag pulang ke Jogja. Bangun udah pagi trus mandi abis itu pas baca buku males sama ngantuknya keluar, akhirnya belajarnya sambil tiduran endingnya sampai tengah hari pasti banyakan tidurnya daripada belajarnya. Abis tengah hari keluar biar seger ama cari makan, udah makan kemaren belajar bentar trus browsing, tidur lagi sampai magrib... Hhhuuuuu,,,, Jadi ceritanya bukan belajar buat ujian tapi malah belajar tidur,, dasar kebo...!!!
Ya Allah berikan hambamu yang malas ini semangat untuk belajar,,, -;belajar bwt ujian-.
comm: The enemy is getting closer, soldier!!
sol: uh no,, (sambil nutupin mulut yang mangap pake tangan)
comm: Are you ready to beatle?!
sol: maybe, sir! i hope so...
comm: wake up, or just go to hell...
sol: yes, sir!! ready, sir!!
Seminggu belakangan ini ak jad unproductive banget. Hobinya tidur mulu..... Padahal kemaren-kemaren kuliah banyak yang kosong trus tambah long weekend lagi, tapi justru liburan bikin tambah males. Olahraga juga ogah-ogahan padahal perut tambah buncit aj. Ny aja sebenernya lagi belajar tapi suntuk banget, malah ngeblog.
Niat besar tapi gak pernah terlaksana, dari kemaren tu rencananya cuman belajar makanya pas long weekend gag pulang ke Jogja. Bangun udah pagi trus mandi abis itu pas baca buku males sama ngantuknya keluar, akhirnya belajarnya sambil tiduran endingnya sampai tengah hari pasti banyakan tidurnya daripada belajarnya. Abis tengah hari keluar biar seger ama cari makan, udah makan kemaren belajar bentar trus browsing, tidur lagi sampai magrib... Hhhuuuuu,,,, Jadi ceritanya bukan belajar buat ujian tapi malah belajar tidur,, dasar kebo...!!!
Ya Allah berikan hambamu yang malas ini semangat untuk belajar,,, -;belajar bwt ujian-.
comm: The enemy is getting closer, soldier!!
sol: uh no,, (sambil nutupin mulut yang mangap pake tangan)
comm: Are you ready to beatle?!
sol: maybe, sir! i hope so...
comm: wake up, or just go to hell...
sol: yes, sir!! ready, sir!!
Rabu, 04 Maret 2009
Facebook oh... Fesbok...
Siapa sih yang gag kenal Facebook atau biasa disingkat FB ini. Pesaing dari FS ini tampaknya lebih unggul dan membumi sekarang. Orang menjadi facebook addict seiring dengan mudahnya akses internet, yang bisa dibilang anywhere and anytime. Dari yang sekadar update status sampai yang membalas "wall" teman hampir dilakukan setiap waktu, apalagi dengan masuknya Blackberry yang disusul dengan iPhone, penyedia layanan push mail. Tapi tahukah kamu sisis lain di balik boomingnya fb?
Kalau ngomongin manfaatnya, bisa jadi gag bakal ada habisnya. Bertemu dengan kawan lama merupakan kabar yang sering terdengar dari situs itu, atau promotor sebuah event tertentu yang menjadikannya ajang publikasi bahkan kampanye para caleg untuk melenggang ke kancah perpolitikan pun bisa dilakukan disini.
Tapi, dibalik semua hal positif itu, sbetidaknya ada beberapa berita yang mengejutkan dari meledaknya fb di dunia maya, yang kebanyakan memang berita yang berasal dari luar negri. Saya termasuk orang yang sering mengakses detik.com, nah di situ beberapa kali berita yang tidak enak muncul.
Berita yang masih bisa saya ingat antara lain adalah kisah seorang pegawai yang dipecat gara-gara mengeluh tentang pekerjaanya, padahal si pegawai tidak menyebutkan tempat ia bekerja. Kemudian berita tentang perceraian, ceritanya sang suami menulis bahwa ia telah bercerai dengan istrinya, berita yang bahkan belum ia sampaikan kepada isterinya ini segera menyebar ke semua teman dan koleganya. Istrinya yang mendengar berita ini langsung syok karena menurutnya suaminya belum pernah sekalipun membicarakan hal ini sebelumnya. Yang paling dramatis adalah pengumuman kematian seorang model, sang model gantung diri stelah memberikan pernyataan di facebooknya bahwa dia akan bunuh diri. Menurut ibunya dia memposting kematiannya dengan harapan agar bisa dikenang oleh orang banyak.
Apakah sebegitu tragisnya hingga seseorang harus memposting perasaan dan penderitaannya. Memang benar bahwa dunia maya adalah tempat terbaik untuk berkeluh kesah tanpa harus susah-susah mencari pendengar yang setia, bahkan jika beruntung kita bisa mendapat perhatian dari orang lain tentang masalah kita. Mungkin inilah realita kehidupan sekarang dimana orang merasa lebih nyaman ketika berhubungan dengan orang lain melalui perantara hasil perkembangan ilmu pengetahuan.
Kalau ngomongin manfaatnya, bisa jadi gag bakal ada habisnya. Bertemu dengan kawan lama merupakan kabar yang sering terdengar dari situs itu, atau promotor sebuah event tertentu yang menjadikannya ajang publikasi bahkan kampanye para caleg untuk melenggang ke kancah perpolitikan pun bisa dilakukan disini.
Tapi, dibalik semua hal positif itu, sbetidaknya ada beberapa berita yang mengejutkan dari meledaknya fb di dunia maya, yang kebanyakan memang berita yang berasal dari luar negri. Saya termasuk orang yang sering mengakses detik.com, nah di situ beberapa kali berita yang tidak enak muncul.
Berita yang masih bisa saya ingat antara lain adalah kisah seorang pegawai yang dipecat gara-gara mengeluh tentang pekerjaanya, padahal si pegawai tidak menyebutkan tempat ia bekerja. Kemudian berita tentang perceraian, ceritanya sang suami menulis bahwa ia telah bercerai dengan istrinya, berita yang bahkan belum ia sampaikan kepada isterinya ini segera menyebar ke semua teman dan koleganya. Istrinya yang mendengar berita ini langsung syok karena menurutnya suaminya belum pernah sekalipun membicarakan hal ini sebelumnya. Yang paling dramatis adalah pengumuman kematian seorang model, sang model gantung diri stelah memberikan pernyataan di facebooknya bahwa dia akan bunuh diri. Menurut ibunya dia memposting kematiannya dengan harapan agar bisa dikenang oleh orang banyak.
Apakah sebegitu tragisnya hingga seseorang harus memposting perasaan dan penderitaannya. Memang benar bahwa dunia maya adalah tempat terbaik untuk berkeluh kesah tanpa harus susah-susah mencari pendengar yang setia, bahkan jika beruntung kita bisa mendapat perhatian dari orang lain tentang masalah kita. Mungkin inilah realita kehidupan sekarang dimana orang merasa lebih nyaman ketika berhubungan dengan orang lain melalui perantara hasil perkembangan ilmu pengetahuan.
Kamis, 26 Februari 2009
Sumpah, Malu Banget.....!!!!
Sumpah gw malu banget pas tadi ditegor kayak gitu ma orang lain dosen pula (postingan sebelumnya). Kenapa hal yang selalu diingatkan ma bokap gw untuk selalu ramah dan baik sama orang, bisa gw lupain gtu aja yak tadi. Padahal biasanya gw selalu nerapin hal itu di hidup gw sehari-hari. Gw hampir selalu menyapa setiap orang yang setidaknya gw tahu meskipun gw gak ngerti/kenal secara personal, gw berusaha selalu mengucapkan terimakasih kepada orang lain atas sesuatu yang telah mereka lakukan bwat gw meskipun kecil, tapi kenapa tadi gw bisa kena semprot kayak gitu ya....
Kalau gw ambil positifnya aja dari kejadian tadi adalah Allah sedang mengingatkan dan mengentalkan kembali pelajaran tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain terutama yang lebih tua, bagaimana caranya menyenangkan orang, bagaimana membangun sebuah networking yang baik.
Kejadian malam ini semoga bisa menjadikan diriku dan teman-teman yang lain menjadi lebih baik. Karena gw gak ngerti kapan bakal membutuhkan bantuan orang lain, dan karena itu mulai sekarang gw harus membangun networking yang baik sehingga apabila gw mungkin terjatuh kelak, harapanya ada banyak orang di sekeliling gw yang menyanggaku berdiri tegak.
Kalau gw ambil positifnya aja dari kejadian tadi adalah Allah sedang mengingatkan dan mengentalkan kembali pelajaran tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain terutama yang lebih tua, bagaimana caranya menyenangkan orang, bagaimana membangun sebuah networking yang baik.
Kejadian malam ini semoga bisa menjadikan diriku dan teman-teman yang lain menjadi lebih baik. Karena gw gak ngerti kapan bakal membutuhkan bantuan orang lain, dan karena itu mulai sekarang gw harus membangun networking yang baik sehingga apabila gw mungkin terjatuh kelak, harapanya ada banyak orang di sekeliling gw yang menyanggaku berdiri tegak.
Kamis, 19 Februari 2009
Menikmati Hidup
Pernahkah kamu rindu dengan masakan ibumu?atau kamu kangen dengan suara celotehan teman-teman kecilmu?
Jawaban tidak mungkin muncul jika kamu masih tinggal dengan orang tua hingga saat ini. Tetapi lain halnya kalau pertanyaan ini diajukan kepada anak rantau yang jauh dari rumah. Keadaanlah yang memaksa kita meninggalkan kampung halaman, yang katanya, untuk mencari kehidupan yang lebih baik kedepannya meskipun terkadang hasilnya juga tidak jauh lebih baik dibanding dengan pengorbanan yang kita lakukan. Bahasa ekonominya opportunity cost terlalu besar.
Hal-hal kecil yang kadang kita lewatkan begitu saja kini mungkin menjadi istimewa untuk dapat kita lakukan lagi. Tidak melulu tentang kegembiraan bahkan sesuatu yang dulu selalu kita benci untuk melakukannya atau bahkan hanya untuk merencanakannya sekalipun, sekarang mengendap menjadi kenangan yang indah bahkan lucu kalau kita renungkan kembali.
Menurut pengalamanku, kita akan selalu merindukan satu fase kehidupan yang telah lalu. Ibarat buku, hidup ini terbagi atas sejumlah chapter, dan setiap chapter yang telah kita lalui, mempunyai inti perjalanan hidup yang berbeda-beda. Terkadang, kita, aku khususnya, menganggap bahwa hidup adalah sebuah rutinitas yang otomatis dilakukan tiap hari. Padahal apabila diresapi kembali bahwa rutinitas itu adalah suatu kenikmatan yang mungkin tidak akan berulang. Berusaha menerima apa yang didapat sekarang adalah lebih baik ketimbang hanya mengejar pengharapan yang belum tentu datang atau menyalahkan masa lalu dan membandingkannya dengan yang ada. Menerima disini bukan berarti tidak berusaha dan membuang mimpi jauh-jauh, tetapi lebih kepada menikmati dan mensyukuri setiap usaha yang kita lakukan. Sesungguhnya yang lebih indah itu prosesnya bukan hasilnya.
Intinya adalah buku kehidupan akan terus kita selesaikan chapter demi chapter, dan terkadang kita perlu membuka kembali halaman-halaman awal sebagai sumber inspirasi atau sekadar mengingat perjalanan kita sebelumnya. Tetapi jangan terlalu lama membuka halaman sebelumnya hingga lupa menuliskan cerita di halaman yang kosong, atau menorehkan tinta di halaman paling belakang karena akhir dari buku itu hanya Tuhan yang tahu. Selesaikanlah, bukan karena suatu kebiasaan atau kewajiban tetapi karena kita menikmatinya.
Jawaban tidak mungkin muncul jika kamu masih tinggal dengan orang tua hingga saat ini. Tetapi lain halnya kalau pertanyaan ini diajukan kepada anak rantau yang jauh dari rumah. Keadaanlah yang memaksa kita meninggalkan kampung halaman, yang katanya, untuk mencari kehidupan yang lebih baik kedepannya meskipun terkadang hasilnya juga tidak jauh lebih baik dibanding dengan pengorbanan yang kita lakukan. Bahasa ekonominya opportunity cost terlalu besar.
Hal-hal kecil yang kadang kita lewatkan begitu saja kini mungkin menjadi istimewa untuk dapat kita lakukan lagi. Tidak melulu tentang kegembiraan bahkan sesuatu yang dulu selalu kita benci untuk melakukannya atau bahkan hanya untuk merencanakannya sekalipun, sekarang mengendap menjadi kenangan yang indah bahkan lucu kalau kita renungkan kembali.
Menurut pengalamanku, kita akan selalu merindukan satu fase kehidupan yang telah lalu. Ibarat buku, hidup ini terbagi atas sejumlah chapter, dan setiap chapter yang telah kita lalui, mempunyai inti perjalanan hidup yang berbeda-beda. Terkadang, kita, aku khususnya, menganggap bahwa hidup adalah sebuah rutinitas yang otomatis dilakukan tiap hari. Padahal apabila diresapi kembali bahwa rutinitas itu adalah suatu kenikmatan yang mungkin tidak akan berulang. Berusaha menerima apa yang didapat sekarang adalah lebih baik ketimbang hanya mengejar pengharapan yang belum tentu datang atau menyalahkan masa lalu dan membandingkannya dengan yang ada. Menerima disini bukan berarti tidak berusaha dan membuang mimpi jauh-jauh, tetapi lebih kepada menikmati dan mensyukuri setiap usaha yang kita lakukan. Sesungguhnya yang lebih indah itu prosesnya bukan hasilnya.
Intinya adalah buku kehidupan akan terus kita selesaikan chapter demi chapter, dan terkadang kita perlu membuka kembali halaman-halaman awal sebagai sumber inspirasi atau sekadar mengingat perjalanan kita sebelumnya. Tetapi jangan terlalu lama membuka halaman sebelumnya hingga lupa menuliskan cerita di halaman yang kosong, atau menorehkan tinta di halaman paling belakang karena akhir dari buku itu hanya Tuhan yang tahu. Selesaikanlah, bukan karena suatu kebiasaan atau kewajiban tetapi karena kita menikmatinya.
Minggu, 15 Februari 2009
Bintaro in Valentine
14 Februari, kata orang ny hari Valentine. Sebenarnya kapan sih mulai munculnya hari Valentine? Ada banyak versi memang yang mendasari kenapa hari ini diperingati sebagai hari Valentine.
Legenda yang terkenal adalah memperingati St.Valentine/Valentinus, versi ini pun masih dipecah menjadi beberapa kepercayaan. Setidaknya ada tiga aliran yang mengacu pada nama St.Valentine, yang pertama menyatakan bahwa dia adalah seorang pastur di Roma, ada pula yang meyakini kalau St. Valentine adalah seorang Uskup Interrama, dan yang terakhir adalah martir(orang yang mati syahid) di provinsi Romawi Afrika. Dari semua versi yang muncul pada dasarnya adalah bahwa St.Valentine mati karena memperjuangkan cinta.
Versi yang lainnya menyebutkan bahwa hari Valentine ada sejak jaman Romawi Kuno yaitu sebuah perayaan untuk memuja dewi Juno, dewi dari seluruh dewa dewi menurut kepercayaan Romawi. Pada hari ini dilakukan pemujaan, untuk hari berikutnya yaitu 15 Februari para perempuan di sana menuliskan namanya di kertas lalu memasukkannya kedalam botol untuk kemudian diambil oleh para lelaki, yang kemudian akan menjadi pasangannya selama perayaannya.
Apapun sejarah yang mendasarinya tetapi perayaan Valentine di dunia mulai marak ketika pertama kali pada tahun 1847 di cetak kartu ucapan Valentine secara masal. Di Indonesia sendiri mungkin baru sekitar satu dekade mulai dirayakan secara masal. Hal ini terjadi mungkin karena globalisasi yang menyebabkan budaya barat bisa dengan mudah masuk ke negara kita.
Well, back to d title. Di Bintaro sendiri event Valentine sendiri tampaknya dirayakan oleh sebagian warganya. Hal ini tampak dari munculnya pedagang-pedagang bunga potong yang berjejer di depan Bintaro Plasa hingga ke Barat. Pedagang yang menurut pengamatanku rata-rata masih remaja kebanyakan menjajakan bunga secara bijian, gak tau dech harganya berapa, coz gak beli... Selain di depan BP, pedagang bunga juga banyak di dekat bunderan BTC.
Malam valentine yang kebetulan jatuh pada hari Sabtu agaknya tambah memmeriahkan suasana valentine di sini. Di Bintaro, yang terlihat paling ramai adalah di sekitar BTC. Puluhan bahkan ratusan pasangan tampak berboncengan dengan motor berjalan lambat di pinggir jalan, ada juga yang parkir di pinggir jalan sekadar ngobrol atau grepe2, gak tau juga. Di tempat biasa dipake motorcross, ada event music ntah lah bintang tamunya siapa. Taman bunderan BTC juga gak luput dari incaran buat berduaan ditemani patung dan ornamen bergaya romawi kuno.
Pasangan agak berduit banyak yang melewati malam valentine di kafe atau restoran. Burger n Grill dan kafe Oh La La contohnya pihak manajemen kelihatannya melihat peluang meningkatkan pengunjung di malam nan romantis ini, mereka mengadakan spesial event untuk memeriahkan malam yang kebetulan cerah ini.
Tampaknya valentine sudah menjadi kebiasaan baru warga ibukota. Aku sendiri yang tidak merayakan karena keyakinan (alesan klasik jomblo..), meskipun hari ini my dresscode is pink(norak,,,hehehe), berusaha menikmati moment ini. Karena kasih sayang tidak berhenti pada kata-kata dan perbuatan tapi lebih pada rasa menghargai perbedaan yang ada.
Legenda yang terkenal adalah memperingati St.Valentine/Valentinus, versi ini pun masih dipecah menjadi beberapa kepercayaan. Setidaknya ada tiga aliran yang mengacu pada nama St.Valentine, yang pertama menyatakan bahwa dia adalah seorang pastur di Roma, ada pula yang meyakini kalau St. Valentine adalah seorang Uskup Interrama, dan yang terakhir adalah martir(orang yang mati syahid) di provinsi Romawi Afrika. Dari semua versi yang muncul pada dasarnya adalah bahwa St.Valentine mati karena memperjuangkan cinta.
Versi yang lainnya menyebutkan bahwa hari Valentine ada sejak jaman Romawi Kuno yaitu sebuah perayaan untuk memuja dewi Juno, dewi dari seluruh dewa dewi menurut kepercayaan Romawi. Pada hari ini dilakukan pemujaan, untuk hari berikutnya yaitu 15 Februari para perempuan di sana menuliskan namanya di kertas lalu memasukkannya kedalam botol untuk kemudian diambil oleh para lelaki, yang kemudian akan menjadi pasangannya selama perayaannya.
Apapun sejarah yang mendasarinya tetapi perayaan Valentine di dunia mulai marak ketika pertama kali pada tahun 1847 di cetak kartu ucapan Valentine secara masal. Di Indonesia sendiri mungkin baru sekitar satu dekade mulai dirayakan secara masal. Hal ini terjadi mungkin karena globalisasi yang menyebabkan budaya barat bisa dengan mudah masuk ke negara kita.
Well, back to d title. Di Bintaro sendiri event Valentine sendiri tampaknya dirayakan oleh sebagian warganya. Hal ini tampak dari munculnya pedagang-pedagang bunga potong yang berjejer di depan Bintaro Plasa hingga ke Barat. Pedagang yang menurut pengamatanku rata-rata masih remaja kebanyakan menjajakan bunga secara bijian, gak tau dech harganya berapa, coz gak beli... Selain di depan BP, pedagang bunga juga banyak di dekat bunderan BTC.
Malam valentine yang kebetulan jatuh pada hari Sabtu agaknya tambah memmeriahkan suasana valentine di sini. Di Bintaro, yang terlihat paling ramai adalah di sekitar BTC. Puluhan bahkan ratusan pasangan tampak berboncengan dengan motor berjalan lambat di pinggir jalan, ada juga yang parkir di pinggir jalan sekadar ngobrol atau grepe2, gak tau juga. Di tempat biasa dipake motorcross, ada event music ntah lah bintang tamunya siapa. Taman bunderan BTC juga gak luput dari incaran buat berduaan ditemani patung dan ornamen bergaya romawi kuno.
Pasangan agak berduit banyak yang melewati malam valentine di kafe atau restoran. Burger n Grill dan kafe Oh La La contohnya pihak manajemen kelihatannya melihat peluang meningkatkan pengunjung di malam nan romantis ini, mereka mengadakan spesial event untuk memeriahkan malam yang kebetulan cerah ini.
Tampaknya valentine sudah menjadi kebiasaan baru warga ibukota. Aku sendiri yang tidak merayakan karena keyakinan (alesan klasik jomblo..), meskipun hari ini my dresscode is pink(norak,,,hehehe), berusaha menikmati moment ini. Karena kasih sayang tidak berhenti pada kata-kata dan perbuatan tapi lebih pada rasa menghargai perbedaan yang ada.
Jumat, 13 Februari 2009
Belom tidur, masih belajar coz besok kuis, sok belajar padahal dari tadi cuman nyanyi2 or bengong gak jelas. By d way, on d way, skyway(merk sandal),, ayam2 di sini kok pada berkokok ya, jam 1 pagi cuy, ad apa gerangan?? Apakah ini tanda alam, kita nantikan kelanjutannya besok.... to be continued...(kayak penutupnya power rangers di tipi zadul pas sd)
Langganan:
Postingan (Atom)